Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Juni 2012

The Story About LUCIFER, dikutip dari Kitab SATANISME (3)


Seumur hidupku tak pernah mengalami hal demikian. Aku merasa apa yang aku lakukan benar dan aku justru merasa diperlakukan dengan tidak adil. Jangankan sujud kepada Adam, sujud kepada Mikhaelpun aku tak akan mau. Entah mengapa Mikhael dan Gabriel mau sujud kepada Adam. Aku sungguh tak mengerti. Kalau alasannya adalah karena Adam lebih mulia daripadaku, apakah dengan demikian aku harus wajib bersujud kepadanya? Bagiku, yang mulia hanyalah Allah, penciptaku.


Allah berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah Ia menghakimi. Dipanggilnya aku bersama ketujuh malaikatku kehadapanNya, dan kemudian aku bersujud menyembahNya sambil berkata: “Siapakah yang seperti Engkau, ya Allah? Siapakah yang seperti Engkau, mulia karena kekudusanMu, menakutkan karena perbuatanMu yang masyhur, Engkau pembuat keajaiban.”



Allah bertanya kepadaku: “Hai Lucifer, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu merasa termasuk orang-orang yang lebih tinggi?”.



Jawabku: “Sudah kukatakan pada Engkau, Ya Allahku. Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Bukankah ada tertulis bahwa aku harus menyembah Tuhan, Allahku, dan hanya kepada Engkau sajalah aku berbakti.”



Di sinilah letak kesalahpahaman itu, yang baru kusadari setelah lama kemudian. Aku menyatakan tidak akan sujud kepada manusia karena hanya kepada Allah saja aku bersujud, namun rupanya Allah menganggap aku sombong dengan mengatakan bahwa aku lebih mulia dari manusia yang diciptakan dari tanah liat kering itu.



Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka dengan kamu semua”



Aku benar-benar terkejut. Hukuman yang diberikan kepadaku sungguh berat untuk suatu perbuatan yang bagiku secara prinsip adalah benar. Tapi aku tahu, sekali Allah berfirman, maka itu akan berlaku selamanya. Hatiku menjadi berontak karenanya.



Aku menjawab: “Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, aku benar-benar akan menghalangi-halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur maupun taat.



Kemudian Allah memuliakan Adam dan kelak keturunannya, Allah berfirman: “Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.”



Aku berkata:”Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil”.



Alah berfirman kepadaku: “Kuberi tangguh waktumu hingga hari kiamat dan kuberi kuasa kepadamu atas orang-orang yang tidak beriman.”



Aku menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlas di antara mereka. Aku benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan untukku, dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak, lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka merobah ciptaan Allah, lalu benar-benar mereka merobahnya. Aku akan justru membuat merekalah yang akan sujud kepadaku !”



Allah berfirman: “Maka yang benar adalah sumpah-Ku dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya.”



Kemudian Allah berfirman kepada Adam: “Hai Adam, sesungguhnya ini, Lucifer, adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, makasekali-kali janganlah sampaikan ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.”



Allah lalu memandang kepadaku dan berfirman: “Kamu adalah allah, dan termasuk anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian. Namun seperti manusia kamu akan mati dan seperti salah seorang pembesar kamu akan tewas.”



Tak ada rasa sedih lagi di hatiku, justru muncul rasa geram yang mulai membakar hatiku. Aku berkata kepada ketujuh malaikat penghulu yang bersama dengan aku: “Marilah kita menduduki tempat-tempat kediaman Allah!”



Rupanya tak ada yang tersembunyi bagi Allah, kemudian Allah berfirman: “Demikiankah engkau mengadakan pembalasan terhadap Aku, hai makhluk yang bebal dan tidak bijaksana? Bukankah Aku Bapamu yang mencipta engkau, yang menjadikan dan menegakkan keadilan?”



Tuhan berfirman:”Pergilah, barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. Dan mulai hari ini engkau akan disebut dengan nama Iblis!”


LUCIFER


Kemudian pergilah aku dari hadapan Allah, bersama ketujuh malaikat penghulu yang ada di bawah kekuasaanku. Kepergianku telah menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan turunlah kami ke bumi. Jumlah kami yang pergi adalah delapan malaikat penghulu, tujuh adalah malaikat yang berada dalam kepemimpinanku, dan jumlahnya sepertiga dari dua puluh empat malaikat utama yang mengelilingi Takhta Allah. Dan masing-masing dari tujuh malaikat penghulu itu memimpin ribuan tentara surga yang ikut pula bersama-sama dengan aku. Jumlah kami begitu banyak, dan kepergian kami ke bumi bagai kilat yang memancar dari langit.




THE FALLEN ANGELS






BEELZEBUL ANAK BUAH LUCIFER



Dalam hatiku aku berkata: “Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi !”



Kemudian aku berteriak: “Akan kubuat bumi gemetar dan kerajaan-kerajaan bergoncang serta kubuat dunia seperti padang gurun, dan kelak akan kuhancurkan kota-kotanya !”



Pada hari itu, aku, Lucifer, menyatakan permusuhan dengan penciptaku.



SEKARANG YANG MENJADI PERTANYAANNYA, MANAKAH YANG ANDA PILIH MENGIKUTI LUCIFER YANG TETAP BERSIKUKUH BAHWA ITU SEMUA ADALAH KESALAHPAHAMAN TUHAN ATAU SETIA PADA TUHAN ALLAH YG SEBENARNYA BUKAN ALLOH SWT SAMPAI KEDATANGAN TUHAN YANG KEDUA KALINYA KE BUMI SAAT ARMAGEDON? KITA TAU BAHWA TIADA YANG TIDAK TUHAN KETAHUI,DIALAH MAHA TAU,MAHA MELIHAT LAGI MAHA BIJAKSANA..SETIALAH PADA TUHAN ALLAH DAN SANG JURUSELAMAT KITA JESUS KRISTUS YANG KELAK AKAN TURUN KE BUMI UNTUK KE2 KALINYA UNTUK MENUTUP MASA WAKTU YANG DIBERIKAN ALLAH PADA LUCIFER DAN ANAK BUAHNYA…



BILA BUTUH LEBIH BANYAK INFORMASI TENTANG KAPAN HAL ITU TERJADI BACALAH ALKITAB dari 2 Petrus 3 ayat 1-16 yang judul perikopnya “Hari Tuhan”, bila yang tidak punya alkitab akan saya jabarkan dibawah ini dari ayat 1-16



(1) Saudara-saudara yang kekasih, ini sudah surat yang kedua, yang kutulis kepadamu. Di dalam kedua surat itu aku berusaha menghidupkan pengertian yang murni oleh peringatan-peringatan,
(2) supaya kamu mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh rasul-rasulmu kepadamu.
(3) Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.
(4) Kata mereka: “Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan.”
(5) Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air,
(6) dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah.
(7) Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik.
( Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.
(9) Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
(10) Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
(11) Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup
(12) yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.
(13) Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.
(14) Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.
(15) Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.
(16) Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.



DAN AYAT PENUTUP DARI PERIKOP ITU ADA DIAYAT 17-18 ,BERIKUT SAYA JABARKAN KEMBALI:
(17) Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh.
(18) Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.



KETERANGAN:



*MAKSUD PADA AYAT 3,4,5,6 SOAL PENGEJEK IALAH ISLAM, KITA TAU BAHWA MEREKALAH YANG SERING MENGHINA KITA BUKAN? DAN SELALU MEMPERTANYAKAN KAPAN KEDATANGAN TUHAN KITA YANG KEDUA KALI?



*MAKSUD DARI AYAT 8-9 ADALAH AGAR KITA TETAP SABAR MENANTI HARI ITU DAN JANGAN LEPASKAN GENGGAMAN KITA DARI TANGANNYA..



*MAKSUD DARI AYAT 11 DAN 12 ADALAH TUHAN MEMANG SUDAH MENETAPKAN KAPAN DIA AKAN DATANG KEDUA KALINYA, TAPI SEBENARNYA ADA CARA AGAR KEDATANGANNYA DIPERCEPAT….SEBAB ADA SATU AYAT DALAM ALKITAB YANG MENJELASKAN BAGAIMANA CARA MEMPERCEPAT KEDATANGAN TUHAN YESUS, CUMA HANYA ORANG KRISTENLAH YANG BOLEH TAU AKAN HAL INI…HANYA ORANG KRISTEN YANG RAJIN MEMBACA ALKITAB DAN MERENUNGINYA,DAN SAYA TAU AKAN HAL ITU…TAPI APABILA KEDATANGAN YESUS DIPERCEPAT,ADA SISI POSITIFNYA YAITU KITA SEMAKIN CEPAT DISELAMATKAN,TAPI SISI NEGATIFNYA MANUSIA YANG TIDAK PERCAYA PADA YESUS AKAN DIBINASAKAN, KITA TAU BAHWA KITA SAMA2 CIPTAAN TUHAN,MAKA ITU AYAT INI SAYA RAHASIAKAN…MUNGKIN PARA PENDETA JUGA TAU AKAN HAL INI…



*MAKSUD DARI AYAT 14-16 ADALAH UPAYA KITA AGAR MENGGUNAKAN WAKTU YANG ADA DENGAN SEBAIK2NYA, DAN BERTAUBAT BAGI MEREKA YANG BELUM BERTAUBAT,SEBAB KERAJAAN ALLAH SUDAH DEKAT



INILAH REPLIKA GERBANG KEDIAMAN LUCIFER



KUTIPAN CERITA DIATAS DIAMBIL DARI SUATU WEBSITE, DAN BERDASARKAN KITAB SATANISME…
PERLU BAGI KITA MEMPELAJARI IBLIS YANG SEBAGAI MUSUH KITA KARENA KITA HARUS MENGETAHUI DAN MENGENAL MUSUH KITA AGAR KITA TAU APA KELEMAHAN MEREKA



Semoga bermanfaat bagi kita semua.Tuhan yesus Memberkati.Haleluya


The Story About LUCIFER, dikutip dari Kitab SATANISME (2)


Taman Eden, yaitu taman Allah penuh segala batu permata yang berharga: yaspis merah, krisolit dan yaspis hijau, permata pirus, krisopras dan nefrit, lazurit, batu darah dan malakit. Tempat tatahannya diperbuat dari emas dan disediakan pada hari penciptaanmu, wahai manusia.

Memang Allah pernah berfirman pula kepadaku: “Aku akan mendirikan bagi mereka suatu taman kebahagiaan, sehingga di tanah itu tidak seorangpun akan mati kelaparan dan mereka tidak lagi menanggung noda yang ditimbulkan bangsa-bangsa. Dan mereka akan mengetahui bahwa Aku, Allah mereka.” Aku sungguh melihat, betapa Allah menyayangi dan memanjakan manusia itu.

Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Di taman itu ada pohon-pohon aras, juga ada pohon sanobar dan pohon berangan. Waktu itu, segala pohon-pohon yang ada di taman Allah tiada yang dapat disamakan dengan pohon lain mengenai keelokannya.

Ada sebuah sungai yang mengalr dan membasahi taman itu. Kami menyebutnya sebagai sungai air kehidupan. Dan sungai yang ada di taman Eden itu mengalir terus ke bumi dan menjadi empat cabang. Sungai ini sendiri jernih bagaikan kristal, dan mengalir keluar dari takhta Allah. Sekali meminum air kehidupan dari sungai itu, maka tidak akan haus lagi.

Allah berfirman kepada manusia itu: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.”

Manusia itu berkata kepada Allah: “Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!” Memang, merekalah orang-orang kudus yang ada pertama kali di tanah ini, merekalah orang mulia yang selalu menjadi kesukaan Allah.

Allah melihat segala yang dijadikanNya itu, sungguh amat baik. Lalu Allah memberi perintah ini kepada manusia itu: “Hai Adam, diamilah taman ini oleh kamu dan isterimu, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai. Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kamu dekati pohon ini dan janganlah kaumakan buahnya, yang akan menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim. Dan Kutegaskan kepadamu, Kularang kamu memakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

Adam mendengar perintah Allah dengan penuh sujud. Tapi setelah itu, aku mendengar pembicaraan dia dengan istrinya, Hawa, soal mati itu. Mereka bertanya-tanya sendiri, apa yang dimaksudkan mati oleh Allah. Sebab mereka selama ini tidak mengenal arti kematian. Memang, Allah waktu itu belum pernah mengemukakan tentang kematian kepada mareka, bahwa semua makhluk ciptaan Allah pasti akan mati. Tidak terkecuali aku, Lucifer, malaikat terang ciptaan Allah yang pertama. Namun mereka enggan menanyakan langsung kepada Allah.

Sungguh, tak akan kekurangan apapun juga bila tinggal di taman itu. Di tempat yang damai ini orang tidak perlu lagi mengejar kekudusan, sebab tempat itu sudah kudus. Dan dengan kekudusan kita akan dapat melihat Allah.

Manusia itu memuji-muji Allah: “Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dalam kematian, dan tidak membiarkan kami melihat kebinasaan. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapanMu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kananMu ada nikmat senantiasa.”

Dari kejauhan aku, Lucifer, beringsut pergi. Ah, betapa senangnya manusia itu. Allah maha mengetahui apa yang akan terjadi. Bukankah Allah tahu apa yang terbaik? Kubentangkan kedua sayapku, terbang ke angkasa dan kembali menjelajahi bumi untuk melihat-lihat keadaan di sana. Dalam hatiku aku berkata, hai manusia lihatlah, inilah bakal tanah yang akan diserahkan kepadamu. Tanah yang permai dan kudus. Dan dalam diriku ada sedikit rasa sedih, suatu saat nanti harus rela menyerahkan semua ini kepada manusia itu.

Tapi, aku percaya, Allah maha mengetahui dan maha bijaksana.

Pada suatu hari datanglah para malaikat Allah menghadap Allah dan di antara mereka datanglah juga aku, Lucifer. Dan Allah duduk di takhtaNya yang nampak bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya. Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu dipersiapkan bagi dua puluh empat malaikat utama, termasuk aku.

http://i208.photobucket.com/albums/bb60/inggar_1618/unverse.jpg

Kami semua memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala. Rambut kami semua memang putih bersinar-sinar, sehingga kami juga sering disebut dengan “dua puluh empat tua-tua”. Kami inilah yang sering disebut para allah dan para pengamat (watchers). Kami berkumpul di Taman Eden, dekat sumber sungai air kehidupan, tempat di mana takhta Allah ada. Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal, di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.

Dari dua puluh empat malaikat, ada tiga malaikat utama, yakni aku sendiri, Mikhael dan Gabriel. Sementara sisanya dua puluh satu malaikat berada di bawah kami bertiga, di mana masing-masing memimpin tujuh malaikat. Aku membawahi tujuh malaikat, Mikhael membawahi tujuh malaikat dan demikian pula dengan Gabriel. Jadi jumlah keseluruhannya adalah dua puluh empat malaikat. Tujuh adalah angka yang istimewa bagi Allah.

Seperti biasa, bertanyalah Allah kepadaku: “Dari mana engkau?” Lalu jawabku kepada Allah: “Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi.” Kemudian setelah itu Allah berkata kepada kami semua, para malaikat-malaikatNya, “Tidakkah engkau memperhatikan hambaKu, Adam? Tiada ciptaan lain yang sesempurna dia.”

Kami semua bersorak memuji-muji Allah: “Kudus, kudus, kuduslah Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang.” Dan kemudian tersungkurlah kami semua di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan kami menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan kami melemparkan mahkota kami di hadapan takhta itu, sambil berkata: “Ya Tuhan Allah dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa, sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu, dan oleh karena kehendakMu semuanya itu ada dan diciptakan.”

Bersamaan dengan itu terdengarlah suara semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya berkata: “Bagi Dia yang duduk di atas takhta, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!”

Beberapa saat kemudian, suasana menjadi hening. Kami semua bangkit berdiri kembali. Kemudian Allah memanggil Adam dan berkata kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu semua kepada Adam.”

Aku, Lucifer, terkejut mendengar perintah itu. Bukankah hanya kepada Allah aku boleh bersujud? Mengapa Allah memperintahkan kami untuk sujud kepada Adam? Dalam hatiku tak bisa menerima perintah ini. Terlebih sebelumnya, aku memang memendam suatu perkara tentang Adam ini.

Malaikat Mikhael dan Gabriel langsung bersujud kepada Adam, diikuti dengan malaikat-malaikat yang dipimpin oleh mereka. Sementara aku, masih diam termangu-mangu. Rupanya, ketujuh malaikat yang berada dalam kelompokku menunggu apa yang hendak aku perbuat. Aku memandang kepada Allah, dan Allah juga memandang ke arahku. Aduh, sungguh aku tak kuat memandangNya.

Kemudian Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud kepada Adam di waktu Aku menyuruhmu”.

Aku, Lucifer, terkejut mendapat pertanyaan itu dan untuk beberapa saat menjadi bingung. Kalau aku jawab, bahwa aku hanya mau sujud kepada Allah, bukankah Dia yang memerintahkan aku untuk bersujud kepada manusia itu. Tapi kalau aku sujud kepada manusia itu, berarti aku melanggar perintahNya bahwa hanya boleh sujud kepadaNya saja. Jawaban apa yang harus aku berikan?

Allah memandang ke arahku dan menanti jawaban yang keluar dari mulutku. Entah kenapa, waktu itu, secara tak sadar aku berkata: “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk”. Sebenarnya, pertama kali aku menjawab itu, bukan karena manusia itu dibuat dari tanah sehingga aku tidak mau sujud, namun aku tidak mau sujud selain kepada Allah.

Tapi Allah berfirman lagi: “Sujudlah kepada Adam!”

Aku kemudian memberanikan diri untuk bertanya: “Mengapa aku harus bersujud kepada Adam?”

Allah menjawab: “Sebab dia lebih mulia daripada engkau.”

Aku menjawab: “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.

Kali ini, Allah menjadi murka: “Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Lucifer, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!”

Beberapa saat terjadi kegaduhan di antara para malaikat. Belum pernah sepanjang sejarah, Allah murka sedemikian hebat. Aku sedih mendapat murka Allah, namun hatiku penuh dalam kebimbangan. Bagiku, tak patut untuk sujud selain kepada Allah, meski Allah yang menyuruhku sekalipun. Allah telah murka. Aku memandang Gabriel dengan keinginan agar ia mau membantuku, setidaknya meredakan murka Allah. Namun dia diam saja. Mikhael juga sama, bahkan ia telah membuang muka dari padaku. Sementara Adam yang berdiri di tengah-tengah kami hanya diam saja, tak tahu apa yang hendak dilakukannya. Terlebih, dia memang belum tahu tentang apa-apa.

Allah kemudian berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah Ia siap menghakimi aku.

bersambung...

The Story About LUCIFER, dikutip dari Kitab SATANISME (1)

Salam dalam kasih Tuhan Kita Yesus Kristus.

Cerita ini sengaja saya bagi menjadi tiga bagian potongan.
Hal ini saya maksudkan agar teman-teman sekalian tidak bosan dalam membacanya, karena isi didalam cerita ini sangatlah menarik dan sangat penting untuk teman-teman semua ketahui.
Selamat membaca.



Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkanNyalah terang itu dari gelap. Dan terang itu adalah Lucifer, yang namanya berarti pembawa terang, sehingga dia juga dinamai dengan nama siang. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.http://i208.photobucket.com/albums/bb60/inggar_1618/sinar.jpg

Itulah kisah asal mula Lucifer yang diciptakan Allah pada hari pertama. Makhluk Allah yang diciptakan pada awal mula, diberi tempat yang istimewa untuk menjadi pendamping kegelapan. Sebab pada mulanya adalah gelap gulita dan Allah berada dalam kegelapan yang kosong. Keberadaannya membuat alam semesta ini beraksi, setelah Allah memutuskan untuk menciptakannya. Namun dia tidak selalu bersama-sama dengan Allah. Dan dia bukanlah Allah. Dan ini adalah kata-katanya.

Aku, Lucifer, putera Fajar, terang yang telah memberi nuansa baru pada kegelapan. Sebagaimana tugasku menjadi pengawas bumi. Pekerjaanku sehari-hari adalah melakukan perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi. Sebagaimana Allah telah menciptakan manusia, baik laki-laki dan perempuan pada hari keenam , maka berkuasalah aku atas mereka. Akulah pemimpin mereka, sejak mula, sampai suatu hari, Allah berfirman kepada kami, para malaikat-malaikatNya: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Aku yang termasuk dalam malaikat-malaikat Allah bertanya: “Mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau”. Tuhan berfirman:”Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Aku, Lucifer, yang selama ini mendapat kepercayaan dari Allah, memang ada sedikit rasa kecewa. Setelah sekian lama aku selalu sungguh-sungguh bertasbih memuji Allah, namun kedudukanku akan diambil dan dialihkan kepada manusia. Allah berkehendak menggantikan tugasku di bumi dan menyerahkan kepada seorang manusia untuk menjadi khalifah di bumi. Allah berkehendak agar manusia dipimpin oleh manusia pula. Tapi biarlah, aku hanya berpegang kepada Allah bahwa Dia mengetahui segala-galanya.

Kemudian Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Dan Allah menamainya Adam.


Aku, Lucifer, hadir waktu penciptaan manusia. Masih terngiang-ngiang di telingaku ketika Allah berfirman: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Allah mengambil tanah dari bumi, dibentuknya manusia itu dan dihembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya. Dan dengan demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Sebetulnya aku kagum pada karya ciptaan Allahku ini, manusia yang baik bentuknya. Bukankah Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar Allah sendiri? Dan betapa enaknya manusia itu, Allah juga menyediakan tempat yang nyaman baginya. Allah telah membuat taman di Eden, di sebelah timur; di situlah ditempatkanNya manusia yang dibentukNya itu. Kalau seandainya aku diperlakukan seperti itu, alangkah bersyukurnya aku.

Betapa Allah sungguh-sungguh mencintai manusia, makhluk ciptaan yang dibuat berdasarkan gambarNya, kadang membuat aku iri. Terus terang saja, tak pernah Allah sedemikian dekat dengan ciptaanNya yang lain. Allah kemudian menempatkan manusia itu ke dalam taman Eden agar dia mengusahakan dan memelihara taman itu.

Yang aku lihat bukanlah fatamorgana dan bukanlah ilusi. Ternyata tak beralasan bahwa kami dulu menyangsikan, bahwa manusia itu akan menjadi orang yang akan membuat kerusakan dan suka menumpahkan darah. Dan memang benar, Allah maha mengetahui.

Namun, dalam hati kecilku, masih terbersit satu perasaan ragu-ragu atas manusia itu. Bisakah ia menjadi seorang khalifah di bumi? Taman Eden ini bukanlah bumi yang sesungguhnya. Bumi yang sesungguhnya adalah bumi yang harus dikerjakan dengan susah payah. Mengenai bumi yang sesungguhnya ini aku tahu betul, karena aku sering menjelajahinya. Tapi semua perkara ini, aku pendam dalam hati.

Suatu hari, aku bersama malaikat yang lain berkumpul di taman itu. Roh Allah hadir di taman itu. Dan manusia itu sedang dalam kesendiriannya. Allah menjumpai Adam, manusia itu, dan Dia mengajarkan kepadanya nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika memang kamu orang yang benar!” Jawab kami:”Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukan kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan” Lalu Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. DibawaNyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. Dan Adam memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan.

Kami bisa merasakan, betapa Allah menyayangi manusia itu. Dan, Allah menciptakan penolong baginya yang sepadan dengan dia. Allah membuat manusia itu tidur nyenyak. Ketika ia tidur, Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil Allah dari manusia itu, dibangunNyalah seorang perempuan, lalu dibawaNya kepada manusia itu. Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.http://i208.photobucket.com/albums/bb60/inggar_1618/creation.jpg

Kalau saja aku bisa ceritakan keindahan taman Eden itu secara rinci. Sebuah tempat yang begitu indah dan damai. Penuh dengan berbagai binatang dan semuanya yang berada dalam taman ini hidup dengan rukun. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri. Serigala tinggal bersama domba dan macan tutul berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa makan rumput bersama-sama. Tidak ada yang berbuat jahat atau yang berlaku busuk di segenap taman itu. Dan aku, Lucifer, Putera Fajar, melihat semuanya itu dan bersama malaikat lain memuji-muji Allah.

Sungguh, seandainya engkau pernah berada di taman Eden. Tentu tak akan ingin pergi kemana-mana lagi. Memang, ada yang mengganjal dalam hatiku. Aku, Lucifer, yang selama ini selalu taat dan memuliakan Allah, ada rasa iri kepada manusia itu. Bukan saja karena dia akan menggantikan tugasku sebagai khalifah di bumi, tetapi belum apa-apa, sudah diberikan kenikmatan tiada tara kepadanya. Sementara aku, yang pertama kali diciptakan olehNya, tak pernah diberi kenikmatan seperti ini.

bersambung...

Rabu, 06 Juni 2012

Apakah Orang Kristen Bisa Dirasuk Setan?


Topik ini biasanya menimbulkan perdebatan di antara gereja Tuhan. Ada kelompok Kristen tertentu yang menganggap bahwa orang Kristen bisa dirasuk setan, tetapi golongan ‘Injili’ biasanya menegaskan sebaliknya; orang Kristen tidak bisa dirasuk setan. Yang mana yang benar: orang percaya bisa dirasuk setan, atau tidak? 




DEFINISI 
Ada dua hal yang perlu dijelaskan terlebih dahulu sebelum kita mempelajari tentang hal ini. Pertama, kita harus memahami apa arti dari istilah ‘orang Kristen’. Istilah ini muncul dalam Kis 11:26b; 26:28 dan 1 Ptr 4:16. Kata ini berasal dari istilah Yunani Χριστιανός – Christianos, yang berarti “Christian, a follower of Christ” (Bible Works 8). Barnes’ Notes dalam komentarnya tentang Kis 11:26 berkata: “‘Dan murid-murid disebut orang-orang Kristen…’ Karena ini menjadi nama yang membedakan dari pengikut-pengikut Kristus, itu layak untuk dicatat. Nama itu pasti diberikan karena mereka adalah pengikut-pengikut Kristus…” (Siapa bilang Kristen tidak bisa menjawab, Budi Asali M.Div, hal. 24).

Istilah ‘orang Kristen’ yang saya maksudkan adalah mereka yang sungguh-sungguh beriman / percaya pada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Memang agak sulit mengidentifikasikan bagaimana mereka disebut sebagai ‘Kristen’. Apakah tandanya hanya mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan? Tentu tidak hanya sebatas kata-kata saja, tetapi harus dibuktikan dengan adanya kehidupan yang benar / sesuai firman Tuhan. Ketika seseorang percaya kepada Kristus, maka saat itu Roh Kudus memenuhinya (Ef 1:13) dan akan menghasilkan buah Roh / perbuatan baik (Gal. 5:22-23). Ada juga pandangan yang mengatakan bahwa ciri dari ‘orang Kristen’ adalah mereka yang yakin akan keselamatan dirinya di dalam Kristus. Mereka inilah yang disebut sebagai ‘pengikut Kristus’. Sekalipun hanya Allah yang tahu pasti siapa saja yang disebut sebagai ‘orang percaya’, tetapi orang itu sendiri sebetulnya bisa tahu siapa dirinya.

Yang kedua, ‘Kerasukan setan’. Apa maksudnya? Istilah ini berarti pengendalian / penguasaan secara mutlak oleh setan yang meliputi kehendak dan kekuatan manusia. Dr. Ryrie memberi definisi kerasukan setan sebagai berikut: “Dirasuk oleh setan adalah penguasaan langsung yang dilakukan oleh roh (roh-roh) jahat terhadap seseorang dengan cara bertempat tinggal di dalam diri orang itu. Semua orang, baik orang-orang percaya maupun yang tidak percaya, dipengaruhi dan terkena akibat kegiatan roh jahat, tetapi tidak semua orang dirasuki… Orang-orang yang dirasuki tidak mampu melepaskan diri mereka sendiri dari penguasaan roh-roh jahat.” (Teologi dasar 1, hal 240).

Ryrie menambahkan bahwa istilah “dirasuk oleh roh jahat” atau “kerasukan” muncul sebanyak tiga belas kali dalam Perjanjian Baru: Mat 4:24; 12:22; Mrk 5:15-18; Luk 8:36; Yoh 10:21 (hal 240).

Istilah ‘kerasukan setan’ berbeda dengan ‘dipengaruhi setan’. Thiessen mengatakan bahwa “dipengaruhi setan merupakan pekerjaan setan yang sementara dari luar seseorang, sedangkan dirasuki setan artinya pekerjaan setan di dalam diri seseorang yang lebih permanen.” (Teologi sistematika, hal 224). Jadi, orang yang dirasuk setan adalah mereka yang tidak hanya dipengaruhi oleh setan, tetapi dikuasai / dikontrol olehnya, dan mengakibatkan manusia itu tak bisa melepaskan dirinya sendiri.

APAKAH ORANG KRISTEN BISA DIRASUK SETAN?
Untuk pertanyaan ini, saya menjawab: TIDAK BISA! Menurut saya, ada beberapa hal yang tidak bisa dialami / terjadi dalam kehidupan orang yang sungguh-sungguh percaya pada Kristus, diantaranya:

  • Dia tidak akan murtad
  • Tidak bisa dirasuk setan
  • Gila.

Mengapa orang Kristen tidak bisa dirasuk oleh setan? Paling tidak ada dua alasan.

1. Adanya Roh Kudus dalam diri orang Percaya. 

Efesus 1:13 berkata: “Di dalam Dia kamu juga karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.” 

Saya kira ini adalah alasan yang umum dan seringkali dipakai oleh para teolog Injili untuk mendukung pandangannya tersebut. Tanda seseorang dipenuhi Roh Kudus, bukan pada saat manusia itu bisa berbahasa roh, mengadakan mujizat, kesembuhan, dsb, tetapi itu terjadi pada saat manusia percaya pada Kristus! 

1 Kor 6:19 “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?”

Dua teks diatas menjelaskan bahwa orang percaya yang didiami oleh Roh Kudus, di sebut / menjadi milik Allah (bdk Rom 8:9). Jika kita adalah milik / kepunyaan Allah, bagaimana mungkin setan bisa memaksa orang percaya untuk tunduk padanya? Orang percaya hanya bisa dikuasai oleh Roh Kudus. Allahlah yang mengerjakan di dalam orang percaya baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya (Fil 2:13).

Lebih lanjut Paulus mengatakan dalam 2 Kor 6:14b-16a “… Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya? Apakah hubungan bait Allah dengan berhala?...” 

Roh yang ada didalam orang percaya lebih besar dari roh yang manapun dalam dunia ini (1 Yoh 4:4). Sebagai ilustrasi, dapatkah sebuah ruangan yang gelap tetap menjadi gelap pada saat lampu dinyalakan? Tentu saja ruangan itu akan menjadi terang dan kegelapan itu pasti sirna. Jadi, adanya Roh Kudus dalam diri orang percaya, mengakibatkan ketidakmungkinan bersatunya Roh Allah dengan roh setan. Dan karena itu, setan tak akan mungkin bisa merasuki orang percaya.

2. Allah tidak pernah mencobai melampaui kekuatan manusia. 

1 Korintus 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” 

Ketika seseorang dirasuk setan, saat itu dia dikendalikan secara mutlak oleh setan. Kehendak dan kekuatan manusia itu dikalahkan; dia dipaksa untuk tunduk. Misalnya: menyeret orang yang dirasuki ke dalam api atau air untuk membinasakannya (Mrk 9:22), membuat bisu (Mat 9:32), menyebabkan kebutaan (Mat 12:22), merusak tubuh (Mrk 5:5), dsb. Salah satu karakter iblis adalah sebagai ‘pencoba’ (Bdk Mat 4:1). Pada saat pencobaan / kesukaran / problem itu ada, Tuhan berjanji, itu tidak akan pernah melebihi kesanggupan manusia (orang percaya). Adanya pandangan bahwa orang percaya bisa dirasuk setan, ini tentu bertentangan dengan 1 Kor 10:13 yang menyatakan bahwa pencobaan yang dialami orang percaya, tidak akan melebihi kekuatannya. Allah bahkan berjanji memberi jalan keluar. 

Bandingkan janji Tuhan di 2 Ptr 2:9

“Maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman”


DASAR KERASUKAN SETAN
Ayat-ayat seperti 1 Sam 16:14-15; Luk 13:11-16; Kis 5:3; dsb, biasanya digunakan sebagai dasar untuk mendukung pandangan bahwa orang percaya bisa dirasuk setan. Berikut saya akan memberi satu contoh kasus dalam Alkitab tentang kerasukan setan.

Luk 13:10-16 [10] Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat. [11] Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak. [12] Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh." [13] Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah. [14] Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: "Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat." [15] Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman? [16] Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?  

Ayat ini menceritakan tentang seorang perempuan yang telah “dirasuk” roh dan mengakibatkannya sakit selama 18 tahun. Ada orang yang menjadikan ayat ini sebagai dasar bahwa orang Kristen bisa dirasuk setan. Mereka beralasan bahwa Tuhan sendiri menyebut perempuan yang dirasuk itu sebagai “keturunan Abraham” (ayat 16). Ini membuktikan bahwa perempuan itu adalah orang percaya. Benarkah ayat ini mengisyaratkan bahwa orang Kristen bisa dirasuk setan?

Dr. Charles C. Ryrie memberi jawaban sebagai berikut: “Akan tetapi, tidaklah jelas apakah istilah “keturunan Abraham” menunjukkan sebagai seorang percaya ataukah bahwa dia hanyalah salah seorang diantara umat pilihan Allah, Israel. Yang jelas, dia bukanlah seorang Kristen dalam arti kata sesudah masa Pantekosta.” (hal 243).

Mungkin sanggahan Ryrie ini belum begitu jelas. Berikut saya akan memberi penjelasan dari Pdt. Budi Asali, M.Div tentang teks ini, yang saya kutip dari salah satu kotbahnya. 

Hal yang pertama, kita akan menyoroti kata-kata “keturunan Abraham” pada ayat 16 di teks tersebut. Memang benar bahwa ada ayat Alkitab yang menunjukkan saat seseorang menjadi percaya, maka orang tersebut disebut sebagai “anak Abraham”. Misalnya dalam Luk 19:9. Saat Zakheus percaya, maka Yesus berkata kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.” Tetapi apakah semua orang yang disebut ‘anak Abraham’ / ‘keturunan Abraham’ sudah pasti adalah orang percaya? Tentu tidak. Bandingkan dengan cerita Lazarus dengan orang kaya dalam Luk 16:19-31. Setelah orang kaya itu mati, dia memanggil Abraham dengan istilah “Bapa Abraham”. Tetapi sekalipun demikian, orang kaya itu ada di neraka! Dalam kasus orang kaya ini, dia mengakui dirinya sebagai ‘keturunan Abraham’ tetapi dalam arti keturunan secara fisik yaitu orang Yahudi. Jadi, ‘keturunan Abraham’ belum tentu menunjuk pada orang percaya.

Yang kedua, perempuan ini sebetulnya tidak dirasuk setan. Ayat 11 “dirasuk roh” sebenarnya salah terjemahan.  Bandingkan dengan berbagai versi berikut:

KJV: “And, behold, there was a woman which had a spirit of infirmity eighteen years, and was bowed together, and could in no wise lift up herself.”
NIV: “and a woman was there who had been crippled by a spirit for eighteen years. She was bent over and could not straighten up at all.”
NASB: “And behold, there was a woman who for eighteen years had had a sickness caused by a spirit; and she was bent double, and could not straighten up at all.”
RSV: “And there was a woman who had had a spirit of infirmity for eighteen years; she was bent over and could not fully straighten herself.”

Dalam bahasa Yunani, juga tidak didapati bahwa perempuan ini dirasuk setan. KJV dan RSV menyebutkan ‘a spirit of infirmity’ (roh kelemahan). Ini merupakan terjemahan yang hurufiah (dari bahasa Yunani). Istilah ini sama dengan ‘roh perbudakan’ (Rom 8:15). Sebelum percaya pada Kristus, kita memiliki roh perbudakan. Tetapi setelah beriman, kita dibebaskan. ‘Roh perbudakan’ maksudnya manusia diperbudak oleh setan, tapi itu tidak sama dengan kerasukan setan. Itu adalah ‘roh kelemahan’. Ayat 16 “diikat oleh iblis”, bukan berarti dirasuk setan.

Yang ketiga, saat Yesus menyembuhkannya, Yesus tidak menengking setannya, seperti dalam Mrk 9:25; Mat 17:18, dsb. Ini menunjukkan bahwa perempuan itu sebetulnya tidak dirasuk setan.

Tanggapan saya:
Saya sendiri tak tahu secara pasti, apakah istilah “keturunan Abraham” yang dimaksudkan dalam Luk 13:16 menunjuk pada ‘orang percaya’ atau dalam arti ‘orang Israel’. Ayat 10-11 hanya menjelaskan keberadaan perempuan itu di rumah ibadat. Dia telah diikat oleh iblis / sakit selama 18 tahun. Apakah perempuan ini terus setia / ada di rumah ibadat selama itu? Belum tentu. Tapi bukankah ayat 13 menjelaskan bahwa perempuan itu “memuliakan Allah” ? Bukankah ini menunjukkan bahwa dia adalah seorang percaya? Tidak menutup kemungkinan, tetapi tidak bisa dipastikan, karena tindakan itu dilakukannya setelah dia disembuhkan oleh Yesus. 

Para penafsir biasanya menjelaskan istilah “keturunan Abraham”, dengan dua macam penafsiran: menunjuk pada ‘orang percaya’ atau berarti ‘orang Israel / Yahudi’. Tetapi yang jelas, mau diartikan apapun juga tidaklah jadi soal, karena seperti yang dikatakan Asali, perempuan itu sebetulnya tidak dirasuk setan.

Memang ada beberapa ayat Alkitab yang sepertinya mengisyaratkan adanya 'orang percaya' yang dirasuki setan. Tetapi jika kita menelitinya dengan seksama, maka tidak ada bukti yang jelas bahwa orang percaya bisa dirasuki olehnya.


DAPATKAH ORANG PERCAYA DIPENGARUHI DAN DISAKITI OLEH SETAN?

Di atas telah dijelaskan bagaimana orang Kristen sebetulnya tidak bisa dirasuki oleh setan karena adanya Roh Kudus yang diam di dalam orang percaya. Namun pertanyaan selanjutnya adalah: Apakah berarti orang Kristen tidak dapat dipengaruhi setan untuk berbuat jahat? Tentu saja bisa (bdk. 1 Tes 3:5; 2 Kor 11:3). Orang percaya bisa tergoda oleh setan dan menyebabkannya jatuh dalam dosa, tetapi ini tidak berarti bahwa orang percaya tak bisa melepaskan dirinya dari dosa. Dipengaruhi / dicobai oleh setan bisa, tetapi dikuasai / dirasuki, tidak bisa. 

Lalu bagaimana dengan teks dalam 1 Yoh 5:18 yang mengatakan bahwa “orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa?” 

1 Yoh 5:18 “Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya.” 

Teks ini tidaklah menjelaskan bahwa anak Allah / orang percaya tidak bisa jatuh dalam dosa lagi, tetapi berarti “tidak memiliki kebiasaan berbuat dosa” (Wycliffe, hal 1061). Ayat ini justru menjadi dasar bagi Ryrie untuk menjelaskan bahwa orang percaya tidak dapat disakiti oleh setan. Dia berkata: “Kata ‘menjamah’ di disini, mencakup arti tujuan menyakiti atau merugikan – Setan tidak dapat menyakiti orang percaya” (hal 244). Pernyataan Ryrie ini mungkin bisa dibantah dengan memberikan teks dalam 2 Kor 12:7. Jika memang orang percaya tidak bisa ‘disakiti’, lalu mengapa iblis ternyata bisa menggocoh / memukul Paulus dengan memberinya ‘duri dalam daging’? Tentu saja istilah “menggocoh” dan kata-kata “duri dalam daging” perlu ditafsirkan secara benar, tetapi pada dasarnya ini bicara tentang persoalan / masalah bagi Paulus. Bukankah Ayub adalah seorang percaya yang juga disakiti secara fisik lewat sakit penyakit? Mungkin Ryrie sedang menghubungkan 1 Yoh 5:18b ini dengan peristiwa kerasukan setan. Kerasukan setan biasanya selalu disertai dengan manifestasi (Misalnya: Mrk 5:3-5; 9:22,26). Roh-roh jahat bisa menyebabkan orang yang dirasukinya menderita / kesakitan. Tetapi tidak untuk mereka yang percaya pada Kristus! 


ALKITAB VERSUS PENGALAMAN HIDUP
Beberapa tahun yang lalu, seorang teman saya melakukan pelayanan pelepasan. Saat itu dia melayani seorang wanita yang kerasukan setan. Wanita itu kemudian mengalami berbagai manifestasi, diantaranya berusaha untuk mencakar teman saya dan bertingkah yang aneh-aneh. Disini ada hal yang agak membingungkan bagi saya; wanita itu ternyata adalah seorang ‘Kristen’ dan bahkan sedang studi di salah satu sekolah Teologia. Apakah ini menjelaskan bahwa orang ‘Kristen’ juga bisa dirasuk setan? Saat itu saya adalah seorang Kristen yang belum terlalu memahami / mendalami Alkitab, jadi ketika menerima fakta seperti ini, saya langsung saja mengaminkannya. 

Dengan adanya kejadian-kejadian seperti ini, maka banyak hamba Tuhan / pendeta yang menyimpulkan bahwa orang Kristen ternyata bisa di rasuk oleh setan. Murni Hermawaty Sitanggang berkata dalam sebuah artikelnya: “Bahkan, apa yang terjadi di lapangan ini telah membuat beberapa teolog injili beralih haluan, mempercayai bahwa orang Kristen dapat dirasuk Setan.” Dalam catatan kaki di artikelnya tersebut, Sitanggang mencatat dua orang teolog yang berubah arah setelah melihat pengalaman hidup yang dialami seseorang. “Ed Murphy dan Merrill Unger merupakan dua tokoh yang telah berpindah haluan. Murphy menyatakan perubahan tersebut terjadi karena pengalaman yang dikumpulkannya ketika mengonseling orang percaya yang telah dirasuk Setan (lih. bukunya The Handbook of Spiritual Warfare [Nashville: Thomas Nelson, 1996] 429). Sedangkan Unger, setelah menerbitkan buku Biblical Demonology di tahun 1952, menerima banyak surat dari para misionaris dari seluruh penjuru dunia yang mempertanyakan teori yang dinyatakannya dalam buku tersebut bahwa orang Kristen tidak dapat dirasuk Setan. Mereka mengklaim telah menyaksikan banyak kasus kerasukan Setan yang melanda para petobat yang mereka layani. Karena klaim mereka dianggap valid, maka Unger pun mengubah pandangannya (lih. bukunya Demons in the World Today [Wheaton: Living, 1995] 163).” {Murni Hermawaty Sitanggang, ANALISIS KRITIS TERHADAP KONSEP KEMUNGKINAN ORANG PERCAYA DIRASUK SETAN}

Sudah dijelaskan secara singkat, bagaimana orang Kristen itu tak bisa di rasuk oleh setan. Hal ini tentu bukan hanya di dasari pada pendapat pribadi saja, tetapi juga mendapat dukungan dari dalam Alkitab. Tetapi ada sebuah pertanyaan penting yang harus dijawab: Bagaimana jika Alkitab di perhadapkan dengan kenyataan / pengalaman hidup seseorang? Jika pengalaman hidup membuktikan bahwa ternyata ada orang ‘Kristen’ yang bisa dirasuk setan, lalu dapatkah kita menerimanya sebagai sebuah fakta / kebenaran? Perhatikan teks berikut:

2 Timotius 3:16 “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”

Rasul Paulus menegaskan bahwa seluruh Kitab Suci diilhamkan oleh Allah. Ayat ini menjelaskan bahwa hanya Alkitablah sumber pengajaran yang benar. Alkitab adalah satu-satunya tolok ukur bagi sebuah kebenaran. Mengapa? Karena hanya Alkitab yang adalah firman Allah! Saya heran, bagaimana mungkin orang yang mengaku Kristen bisa mendasari pemahamannya pada pengalaman hidup? Bukankah ini menunjukkan bahwa secara tidak langsung orang ‘Kristen’ itu telah memandang Alkitab sebagai bukan satu-satunya kebenaran yang mutlak? Paulus menyatakan bahwa Kitab Suci itu berfungsi untuk “menyatakan kesalahan”. Bukankah ‘pengalaman hidup’ itu adalah sebuah kesalahan yang seharusnya dikoreksi oleh Alkitab? Mengapa justru dibalik; pengalaman hidup yang mengoreksi Alkitab? Apakah fakta lapangan lebih bernilai tinggi dibandingkan dengan pernyataan Kitab Suci? Ini bukan hanya berlaku untuk kasus kerasukan setan, tetapi juga nubuatan-nubuatan palsu tentang kedatangan Yesus kedua kalinya yang katanya diperoleh melalui mimpi, suara Tuhan; adanya orang yang dibawa ke neraka dan melihat orang berdosa disiksa oleh iblis, dsb. 

Pengalaman hidup seseorang, tak bisa dijadikan dasar ajaran! Semuanya harus dinilai / diuji berdasarkan Kitab Suci. Segala sesuatu yang bertentangan dengan Alkitab, harus ditolak, tak perduli siapapun pengajarnya!

1 Tes 5:21 “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.”

Mungkin saja para pendukung ‘kerasukan setan’ juga mengklaim bahwa mereka punya dasar Alkitabnya. Tetapi jika kita menelitinya secara cermat, maka sebetulnya tak ada teks Alkitab yang menyetujuinya. 
Bagi saya, para ‘teolog Injili’ yang berubah arah setelah melihat fakta lapangan, tak pantas disebut sebagai teolog Injili. Mereka sebetulnya bukanlah seorang yang Injili / Alkitabiah, tetapi mungkin lebih tepat disebut sebagai ‘teolog fakta-isme’ atau penganut ‘fakta-isme’. Ini adalah kelompok / aliran yang mendasari keyakinan mereka pada fakta lapangan / pengalaman hidup seseorang. Buat saya ini adalah sebuah kesalahan fatal!


KESIMPULAN DAN PENERAPAN
Adanya klaim bahwa orang Kristen bisa dirasuk setan, sepertinya tidak mendapat dukungan dari dalam Alkitab / firman Tuhan. 

Dr. Ryrie: “Ayat-ayat yang dipakai untuk mendukung pandangan bahwa orang-orang percaya dapat dirasuk roh jahat biasanya adalah ini: 1 Sam 16:14-15; Luk 13:11-16; Kis 5:3; 1 Kor 5:5; 2 Kor 11:14; dan 12:7. Tetapi apabila ayat-ayat ini diperiksa secara teliti, maka sebenarnya tidak membuktikan bahwa orang-orang percaya dapat dirasuk roh-roh jahat.”(Teologi dasar 1, hal 242-243).

Sekalipun demikian, orang percaya tidak boleh menganggap enteng keberadaannya (Bdk Yud 9). Bersikaplah bijaksana: Ef 4:27 “dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.” Berjaga-jagalah: 1 Ptr 5:8 “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” Tuhan tidak hanya menghendaki kita untuk waspada / berjaga-jaga, tetapi juga melawannya dengan selengkap senjata Allah: Ef 6:11 “Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.” Terakhir, ingatlah janji Tuhan dalam Yakobus 4:7 “Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!” 


Seperti Ron Rhodes, sayapun menyukai kata-kata dari Walter Martin: “Ia berkata bahwa ketika iblis mengetuk pintu hati orang Kristen, Roh Kudus membuka dan mengatakan, ‘Pergilah!’” (Ron Rhodes, Para Malaikat di Sekeliling Kita, hal. 269).